Rabu, 22 Februari 2012

Penerapan Persamaan Diferensial dalam kependudukan


Makalah
Proyeksi Jumlah Penduduk Kota Gorontalo tahun 2011-2015 
dengan Menggunakan Pertumbuhan Eksponensial
"Solusi PD Variabel Terpisah"

Oleh
Ingka Rizkyani Akolo
Sri Susanti Datau
Maya Supra Lateka
Kelas B


Jurusan Pendidikan Matematika
Fakultas MIPA
Universitas Negeri Gorontalo
2011


KATA PENGANTAR



BISMIL~2


     Puji syukur kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan petunjuk-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik. Makalah dengan judul Proyeksi Jumlah Penduduk Kota Gorontalo Tahun 2011-2015 dengan Menggunakan pertumbuhan Eksponensial (Solusi PD Variabel Terpisah)” ini disusun untuk untuk mengetahui laju pertumbuhan penduduk setiap tahunnya  dengan memanfaatkan data penduduk dari Badan Pusat Statistika Kota Gorontalo dari tahun 2004-2009 serta meramalkan jumlah penduduk 5 tahun mendatang (2011-2015) dengan menggunakan solusi persamaan diferensial variabel terpisah.
Dalam penyusunan makalah ini, penulis tidak sedikit menemui kesulitan dan hambatan baik secara material maupun secara fisik namun berkat bantuan dan masukan dari berbagai pihak sehingga makalah ini dapat terselesaikan dengan baik.
Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan makalah ini masih banyak terdapat kekurangan dan kekeliruan yang disebabkan karena pengalaman dan pengetahuan penulis yang masih sangat terbatas. Oleh karena itu, kritik dan saran yang sifatnya membangun senantiasa penulis harapkan demi kesempurnaan pada penulisan selanjutnya.

Gorontalo, 13 Januari 2011    
Penulis            




DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR........................................................................................... i
DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii
BAB I  PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang......................................................................................... 5
1.2 Rumusan Masalah..................................................................................... 7
1.3 Tujuan Penulisan....................................................................................... 7
1.4  Manfaat .................................................................................................. 7...........
BAB II  PEMBAHASAN
2.1  Definisi Demografi dan Laju Pertumbuhan Penduduk .......................... 8
2.2  Definisi Persamaan Diferensial................................................................ 9
2.3  Teori Kependudukan............................................................................. 10
2.4  Faktor yang mempengaruhi laju pertumbuhan penduduk...................... 11
BAB III GAMBARAN KOTA GORONTALO
3.1 Aspek Geografis..................................................................................... 12
3.2 Aspek Kesehatan.................................................................................... 12
3.3 Kecamatan ............................................................................................. 13
3.4 Kelurahan............................................................................................... 13
3.5 Ekonomi ................................................................................................ 15
BAB IV ANALISIS DATA
4.1 Model Peramalan ................................................................................... 16
4.2 Keadaan Penduduk Kota Gorontalo ..................................................... 16
4.3  Persentase Perubahan Penduduk Kota Gorontalo ................................ 17
4.4 Peramalan Jumlah Penduduk ................................................................  20
BAB V PENUTUP
5.1 Kesimpulan ............................................................................................ 31
5.2 Saran ...................................................................................................... 31
DAFTAR PUSTAKA......................................................................................... 32
























BAB I
PENDAHULUAN

1.1              Latar Belakang
Salah satu bidang studi yang mempunyai peranan penting dalam bidang ilmu pengetahuan adalah Matematika. Disiplin ilmu ini sering digunakan dalam semua disiplin ilmu yang ada. Baik dalam bidang ekonomi, sosial, agama bahkan paling banyak digunakan dalam bidang teknologi dan sains. Sehingga tidak heran jika salah satu tokoh matematikawan yang menyebut dirinya sebagai pangeran para matematikawan Carl Friederich Gauss mengatakan bahwa ”mathematics is queen of the science” matematika merupakan ratunya ilmu pengetahuan.
Salah satu peran matematika dalam bidang ekonomi berkaitan dengan persamaan diferensial. Persamaan diferensial merupakan cabang dari matematika yang berperan penting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya berhubungan dengan penduduk dan proyeksi jumlah penduduk di masa mendatang.
Berbicara tentang penduduk, tentu tak lepas dari yang namanya populasi manusia.Populasi manusia adalah ancaman terbesar dari masalah lingkungan hidup di Indonesia dan bahkan dunia. Setiap orang memerlukan energi, lahan dan sumber daya yang besar untuk bertahan hidup. Kalau populasi bisa bertahan pada taraf yang ideal, maka keseimbangan antara lingkungan dan regenerasi populasi dapat tercapai. Tetapi kenyataannya adalah populasi bertumbuh lebih cepat dari kemampuan bumi dan lingkungan kita untuk memperbaiki sumber daya yang ada sehingga pada akhirnya kemampuan bumi akan terlampaui dan berimbas pada kualitas hidup manusia yang rendah.
Dengan tingginya laju pertumbuhan populasi, maka jumlah kebutuhan makanan pun meningkat padahal lahan yang ada sangat terbatas. Untuk memenuhi kebutuhan makanan, maka hutan pun mulai dibabat habis untuk menambah jumlah lahan pertanian yang ujungnya juga makanan untuk manusia. Konversi hutan menjadi tanah pertanian bisa menyebabkan erosi. Selain itu bahan kimia yang dipakai sebagai pupuk juga menurunkan tingkat kesuburan tanah. Dengan adanya pembabatan hutan dan erosi, maka kemampuan tanah untuk menyerap air pun berkurang sehingga menambah resiko dan tingkat bahaya banjir. Tak dapat dipungkiri bahwa harapan hidup layak telah menjadi impian dari semua penduduk di dunia ini. Termasuk halnya dengan penduduk yang ada di sebuah kota kecil yang merupakan ibu kota dari propinsi Gorontalo, yakni kota Gorontalo.
Kependudukan erat kaitannya dengan demografi. Demografi adalah merupakan ilmu yang dapat memberikan gambaran mengenai jumlah penduduk dalam suatu wilayah tertentu. Dengan mengetahui jumlah penduduk di suatu wilayah, maka dapat dipersiapkan segala bentuk kebijakan untuk menangani kepadatan penduduk yang semakin meningkat.
Di era globalisasi seperti sekarang ini, masalah kependudukan merupakan permasalahan yang sudah tidak asing lagi bagi kita mahasiswa dan juga masyarakat pada umumnya. Mulai dari masalah kemiskinan, pengangguran, tempat tinggal, kebutuhan sandang pangan, dan masih banyak lagi permasalahan yang berkaitan dengan kependudukan. Permasalahan ini ditimbulkan oleh meningkatnya pertumbuhan penduduk setiap tahunnya dan kurangnya antisipasi dari pemerintah dalam mengatasi lonjakan penduduk ini. Oleh karena itu, penulis berasumsi bahwa peramalan jumlah penduduk di masa mendatang dapat memberikan kontribusi bagi pemerintah, khususnya dalam mempersiapkan kebijakan-kebijakan yang berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat sehingga dapat menanggulangi efek yang ditimbulkan oleh pertumbuhan penduduk yang semakin tinggi setiap tahunnya. Peramalan jumlah penduduk di masa mendatang dapat menggunakan pertumbuhan eksponensial. Pertumbuhan eksponensial merupakan solusi dari persamaan diferensial orde satu.
            Bertolak dari uraian di atas, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tentang penduduk yang diformulasikan dengan judul ”Proyeksi Jumlah Penduduk Kota Gorontalo 5 tahun ke depan (2011-2015)  dengan menggunakan pertumbuhan eksponensial (Solusi Persamaan Diferensial Orde Satu)”.





1.2              Rumusan Masalah
Dalam tulisan ini yang menjadi permasalahan adalah “Bagaimanakah laju pertumbuhan penduduk di Kota Gorontalo  dan proyeksinya untuk  5 tahun mendatang (2011-2015) dengan memanfaatkan solusi PD Variabel terpisah?”

1.3              Tujuan
Penulisan makalah ini bertujuan untuk mengetahui laju pertumbuhan penduduk setiap tahunnya  dengan memanfaatkan data penduduk dari Badan Pusat Statistika Kota Gorontalo dari tahun 2004-2009 serta meramalkan jumlah penduduk 5 tahun mendatang (2011-2015) dengan menggunakan solusi persamaan diferensial orde satu.
1.4              Manfaat
Penulisan makalah ini dapat memberikan manfaat, yakni:
a.       Bagi Mahasiswa
·         Menambah pengetahuan tentang kependudukan khususnya di daerah kota Gorontalo
·         Memperluas cakrawala berpikir mahasiswa tentang aplikasi dari persamaan Diferensial dalam kehidupan sehari-hari.
b.      Bagi Masyarakat
·        Memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang keadaan di masa mendatang
·        Dapat memberikan inspirasi bagi masyarakat untuk membuka peluang kerja baru dalam menangani masalah yang dapat ditimbulkan karena adanya kepadatan penduduk.
c.       Bagi Pemerintah
·         Sebagai masukan bagi pemerintah agar mempersiapkan kebijakan-kebijakan yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, meskipun terjadi peningkatan jumlah penduduk.






BAB II
KAJIAN TEORI

2.1   Definisi Demografi, Proyeksi dan Laju Pertumbuhan Penduduk
2.1.1        Definisi Demografi
Kata Demografi berasal dari bahasa Yunani yang berarti “ Demos ”adalah rakyat atau penduduk dan “ Grafein “ menulis. Jadi Demografi adalah tulisan-tulisan atau karangan-karangan mengenai rakyat atau penduduk. Istilah ini pertama kalinya oleh Achille Guillard dalam karangannya yang berjudul “ Elements The Statistique Humaine on Demographic Compares “ pada tahun 1885.
        Philip M. Hauser dan Duddley Duncan ( 1959 ) menngusulkan defenisi demografi sebagai berikut: Demography is the study of the size, territorial distribution and composition of population, changes there in and the components of a such changes which maybe identified as natality, territorial movement ( migration ), and social mobility ( changes of states ). Terjemahannya sebagai berikut: Demografi mempelajari jumlah, persebaran, territorial dan komposisi penduduk serta perubahan-perubahannya dan sebab-sebab perubahan itu, yang biasanya timbul karena natalitas (fertilitas), mortalitas, gerak territorial ( migrasi ) dan mobilisasi sosial ( perubahan status ).
        Jadi, Demografi adalah ilmu yang mempelajari struktur dan proses penduduk di suatu wilayah. Struktur penduduk meliputi: jumlah, persebaran, dan komposisi penduduk. Struktur ini slalu berubah-ubah, dan perubahan tersebut disebabkan karena proses demografi, yaitu: kelahiran        ( fertilitas ), kematian ( mortalitas ), dan migrasi penduduk.

2.1.2        Definisi Proyeksi Penduduk dan Laju Pertumbuhan Penduduk
Penduduk adalah semua orang yang berdomisili di wilayah geografis Republik Indonesia selama 6 bulan atau lebih dan atau orang yang berdomisili kurang dari 6 bulan dengan menetap. Pertumbuhan penduduk adalah perubahan jumlah penduduk di suatu wilayah tertentu pada waktu tertentu dibandingkan dengan  waktu sebelumnya.
Proyeksi penduduk adalah perhitungan yang menunjukkan angka fertilitas, mortalitas dan migrasi dimasa yang akan datang. Perkiraan penduduk tidak hanya beberapa tahun, tetapi bisa saja perkiraan beberapa puluh tahun yang akan datang. Semua perencanaan pembangunan sangat membutuhkan data penduduk tidak saja pada saat merencanakan pembangunan tetapi juga pada masa-masa mendatang yang disebut dengan proyeksi penduduk. Proyeksi penduduk bukan merupakan ramalan jumlah penduduk untuk masa mendatang, tetapi juga perhitungan ilmiah yang didasarkan asumsi dari komponen laju pertumbuhan penduduk yaitu kelahiran, kematian, dan migrasi penduduk. Ketiga komponon inilah yang menentukan besarnya jumlah penduduk dan struktur penduduk yang akan datang.
Untuk menentukan asumsi tingkat kelahiran, kematian, dan perpindahan dimasa yang akan datang, diperlukan data yang menggambarkan keadaan dimasa lampau hingga kini, factor-faktor yang mempengaruhi masa komponen, dan hubungan antara satu komponen dengan komponen yang lain serta target yang akan dicapai di masa yng akan datang. Proyeksi penduduk ini secara periodic perlu direvisi, karena sering terjadi bahwa asumsi tentang kecenderungan tingkat kelahiran, kematian, dan perpindahan penduduk ( migrasi ) yang melandasi proyeksi lama tidak sesuai lagi dengan kenyataan.
Indicator tingkat pertumbuhan penduduk sangat berguna untuk memprediksikan jumlah penduduk di suatu wilayah dimasa yang akan datang. Dengan diketahuinya jumlah penduduk yang akan datang, diketahui pula kebutuhan dasar penduduk tersebut.
2.2   Definisi Persamaan Diferensial Orde 1
            Persamaan diferensial adalah persamaan yang memuat derivative-derivatif, sekurang-sekurangnya satu derivative dari suatu fungsi yang tidak diketahui. Pada persamaan diferensial ada yang dinamakan orde dan derajat. Orde suatu persamaan diferensial ditunjukkan oleh tingkat derivative yang tertinggi yang terdapat dalam persamaan tersebut. Sedangkan derajat/pangkat dari suatu persamaan diferensial ditentukan oleh pangkat derivative yang mempunyai tingkat tertinggi dalam persamaan tersebut. Jadi, suatu persamaan dikatakan persamaan diferensial orde satu jika persamaan tersebut mempunyai turunan yang tertinggi dalam persamaan diferensial itu adalah turunan pertama
            Untuk meramalkan jumlah penduduk 5 tahun mendatang kita dapat memanfaatkan solusi persamaan diferensial orde 1.


Bentuk umum PD Orde 1 yang digunakan dalam penelitian ini adalah :
Solusi untuk bentuk di atas adalah :
 
 
Karena dalam persamaan ini c = Po, maka solusinya menjadi


2.3  Teori Kependudukan
            Teori-kependudukan dikembangkan oleh dua faktor yang sangat dominan, yakni meningkatnya pertumbuhan penduduk di negara-negara berkembang sehingga menyebabkan para ahli dapat memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk, serta  adanya masalah universal yang menyebabkan para ahli harus lebih mengembangkan teori-kependudukan yang ada.
Menurut Thomas Robert Maltus, seorang pendeta Inggris yang hidup pada tahun 1766 hingga tahun 1834. Pada permulaan tahun 1798 lewat karangannya yang berjudul: “Essai on Principle of Populations as it Affect the Future Improvement of Societ,”, Malthus menyatakan bahwa pertumbuhan penduduk cenderung melampaui pertumbuhan persediaan makanan ”penduduk cenderung tumbuh secara deret ukur (1, 2, 4, 8, 16, ...) sedangkan persediaan makanan cenderung tumbuh secara deret hitung (1, 2, 3, 4, 5, ...). Penduduk (seperti juga tumbuhan dan binatang) apabila tidak ada pembatasan, akan berkembang biak dengan cepat dan memenuhi dengan cepat beberapa bagian dari permukaan bumi ini. Tingginya pertumbuhan penduduk ini disebabkan karena hubungan kelamin antar laki – laki dan perempuan tidak bisa dihentikan. Disamping itu Malthus berpendapat bahwa untuk hidup manusia memerlukan bahan makanan, sedangkan laju pertumbuhan bahan makanan jauh lebih lambat dibandingkan dengan laju pertumbuhan penduduk. Apabila tidak diadakan pembatasan terhadap pertumbuhan penduduk, maka manusia akan mengalami kekurangan bahan makanan. Inilah sumber dari kemelaratan dan kemiskinan manusia.
Untuk dapat keluar dari permasalah kekurangan pangan tersebut, pertumbuhan penduduk harus dibatasi. Menurut Malthus pembatasan tersebut dapat dilaksanakan dengan dua cara yaitu Preventive Checks, dan Positive Checks. Preventive Checks adalah pengurangan penduduk melalui kelahiran. Positive Checks adalah pengurangan penduduk melalui proses kematian. Apabila di suatu wilayah jumlah penduduk melebihi jumlah persediaan bahan pangan, maka tingkat kematian akan meningkat mengakibatkan terjadinya kelaparan, wabah penyakit dan lain sebagainya. Proses ini akan terus berlangsung sampai jumlah penduduk seimbang dengan persediaan bahan pangan.
2.4  Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Laju Pertumbuhan Penduduk
2.4.1        Fertilitas (kelahiran)
Fertilitas sebagai istilah demografi diartikan sebagai hasil reproduksi yang nyata dari seorang wanita atau sekelompok wanita. Dengan kata lain, fertilisasi menyangkut banyaknya bayi yang lahir hidup. Fertilitas memiliki arti yang hampir sama dengan natalitas. Yang berbedaa hanya ruang lingkupnya. Fertilitas menyangkut peranan kelahiran pada perubahan penduduk. Sedangkan natalitas menyangkut peranan kelahiran pada perubahan penduduk dan reproduksi manusia.
2.4.2        Mortalitas (kematian)
Mortalitas atau kematian merupakan salah satu di antara tiga komponen demografi yang dapat mempengaruhi perubahan penduduk. Data kematian sangat diperlukan antara lain untuk proyeksi penduduk guna perancangan pembangunan.
2.4.3        Migrasi
Migrasi merupakan salah satu factor dasar yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk. Peninjauan migrasi secara regional sangat penting untuk ditelaah khusus mengingat adanya densitas (kepadatan) dan distribusi penduduk yang tidak merata, adanya factor – factor pendorong dan penarik bagi orang-orang untuk melakukan migrasi.
Migrasi adalah perpindahan penduduk dengan tujuan menetap dari suatu tempat ke tempat lain melalui batas politik/Negara ataupun batas administrasi/batas bagian dari suatu Negara. Jadi,migrasi sering diartikan sebagai perpindahan yang relative permanen dari suatu daerah ke daerah lain.


BAB III
GAMBARAN KOTA GORONTALO

 

·        Geografi

Secara geografis, Kota Gorontalo terletak antara 00° 28’ 17” – 00° 35’ 56” LU dan 122° 59’ 44” – 123° 05’ 59” BT. Batas-batas wilayahnya adalah sebagai berikut:
Kota ini merupakan dataran rendah dengan ketinggian 0–500 m di atas permukaan laut dengan curah hujan rata–rata 129 mm per bulan dan suhu rata-rata 26,5 °C. Kota Gorontalo menempati satu lembang yang sangat luas yang membentang hingga di wilayah Kabupaten Bone Bolango dan Kabupaten Gorontalo. Wilayah pinggiran pantainya berupa perbukitan yang tersusun dari batuan Karst termasuk yang berbatasan dengan pantai yang berada di Teluk Tomini. Daerah ini sangat rawan banjir, nyaris pintu air keluar adalah muara Sungai Bone. Muara ini adalah pertemuan air dari sungai Bone dan sungai Bolango sebelum menyatu dengan air laut. Di muara ini juga terdapat pulau (delta) yang mulai membesar dan ditumbuhi aneka tanaman termasuk kelapa. Setiap hari dari kedua sungai ini mengalir air bersih yang belum dimanfaatkan secara optimal. Sebagian dataran dimanfaatkan untuk bertanam padi karena air mengalir sepanjang tahun. Di beberapa daerah terdapat kantong-kantong air yang ditumbuhi tanaman Tumbango.

·         Kesehatan

Rumah Sakit yang besar di Kota Gorontalo adalah Rumah Sakit Aloei Saboe yang hingga kini masih rumah sakit terbesar di kawasan Teluk Tomini. Masalah kesehatan yang pernah muncul adalah Busung Lapar dan Kaki Gajah. Khusus Kaki Gajah, daerah ini memang banyak terdapat tempat-tempat yang berair seperti rawa-rawa sehingga nyamuk banyak bersarang di sini. Kasus terakhir yang ditangani adalah penderita Kaki Gajah yang berada di kelurahan Liluwo yang rumah penderitanya di depan rumah Medi Botutihe, Walikota Gorontalo.

·        Kecamatan

Kota Gorontalo terdiri dari enam kecamatan, yaitu:
  1. Kecamatan Kota Selatan
  2. Kecamatan Kota Utara
  3. Kecamatan Kota Barat
  4. Kecamatan Kota Timur
  5. Kecamatan Kota Tengah
  6. Kecamatan Dungingi

·        Kelurahan

Keenam kecamatan tersebut memiliki 49 kelurahan, 459 RW dan 1.302 RT. Penduduk kota pada tahun 2006 sebanyak 147.296 jiwa dengan tingkat kepadatan penduduk efektif 1,864 jiwa/km² dan laju pertumbuhan 6,58% dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir.
Adapun 49 kelurahan tersebut adalah sebagai berikut:
  1. Kecamatan Kota Barat terdiri atas 7 kelurahan, yaitu:
    • Dembe I
    • Buladu
    • Buliide
    • Lekobalo
    • Molosipat W
    • Pilolodaa
    • Tenilo
  2. Kecamatan Dungingi terdiri atas 5 kelurahan, yaitu:
    • Huangobotu
    • Libuo
    • Tomulabutao
    • Tomulabutao Selatan
    • Tuladenggi


  1. Kecamatan Kota Selatan terdiri atas 10 kelurahan, yaitu:
    • Biawao
    • Biawu
    • Donggala
    • Limba B
    • Limba U Dua
    • Limba U Satu
    • Pohe
    • Siendeng
    • Tanjungkramat
    • Tenda
  2. Kecamatan Kota Timur terdiri atas 11 kelurahan, yaitu:
    • Botu
    • Bugis
    • Heledulaa
    • Heledulaa Selatan
    • Ipilo
    • Leato Selatan
    • Leato Utara
    • Moodu
    • Padebuolo
    • Talumolo
    • Tamalate
  3. Kecamatan Kota Utara terdiri atas 10 kelurahan, yaitu:
    • Bulotada Timur
    • Bulotadaa
    • Dembe II
    • Dembejaya
    • Dulomo
    • Dulomo Selatan
    • Molosipat U
    • Wongkaditi
    • Wongkaditi Barat
  4. Kecamatan Kota Tengah terdiri atas 6 kelurahan, yaitu:
    • Dulalowo
    • Dulalowo Timur
    • Liluwo
    • Paguyaman
    • Pulubala
    • Wumialo

·        Ekonomi

Pertumbuhan ekonomi tahun 2002 mencapai 6,59%, sementara PDRB harga konstan tahun 2002 sebesar 246.604,30 juta rupiah dan pendapatan per kapita sebesar Rp. 3.795.931,44,- Aktivitas perekonomian penduduk lebih banyak bergerak di bidang jasa sehingga sektor ini menyumbangkan kontribusi terbesar untuk pembentukan PDRB yang disusul sektor-sektor lainnya.












BAB IV
ANALISIS DATA
4.1  Model Peramalan
Pertumbuhan jumlah penduduk pada dasarnya dapat mempengaruhi kesejahteraan kota Gorontalo. Oleh karena itu, kita perlu memprediksikan jumlah penduduk untuk masa mendatang. Untuk memprediksikan jumlah penduduk 5 tahun mendatang, kita menggunakan model peramalan yang berbentuk model eksponensial yang merupakan solusi umum dari PD orde satu. Rumus yang dipergunakan adalah sebagai berikut :
Pt = Po . ert
    atau   
Keterangan :
Pt   = jumlah penduduk pada tahun t
Po   = jumlah penduduk pada tahun dasar
r     = tingkat pertumbuhan penduduk
t     = jangka waktu antara Pt dengan Po
e    = bilangan pokok dalam sistem logaritma (e= 2,718282)
4.2  Keadaan Penduduk Kota Gorontalo Tahun 2003 – 2010
Tabel jumlah penduduk berdasarkan jenis kelamin dari tahun 2003 – 2010
Tahun
Kecamatan
Jumlah
Kota Barat
Dungingi
Kota Selatan
Kota Timur
Kota Utara
Kota Tengah

2003
17.172
15.424
32.911
36.632
42.215
-
147.354
2004
17.257
15.500
33.073
36.812
45.438
-
148.080
2005
18.419
16.529
34.535
39.191
27.748
19.968
156.390
2006
18.651
16.737
34.970
39.685
28.098
20.220
158.360
2007
17.364
18.776
34.277
39.838
29.195
22.988
162.438
2008
19.767
20.840
36.084
41.849
30.789
24.538
173.867
2009
20.844
21.952
38.277
43.449
32.415
25.924
182.861
2010*
20.201
21.534
35.934
42.086
33.117
27.121
179.991
Sumber : BPS Kota Gorontalo
            : 2010* (angka sementara hasil sensus penduduk tahun 2010)

1 komentar: